(Jakarta - Daring, 08/02/2025) BPOM melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik (PMPU OTSKK) bersinergi dengan pengurus daerah IAI DIY untuk meningkatkan pengetahuan para apoteker melalui kegiatan Bimbingan Teknis Pembentukan Kader Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Aman. Kegiatan ini diselenggarakan pada 8 Februari 2025 secara daring dan diikuti oleh 30 calon kader yang akan melakukan KIE kepada masyarakat di daerah Yogyakarta.
Selain sebagai tenaga kesehatan, apoteker memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat yang dilakukan melalui berbagai kegiatan di berbagai momentum, salah satunya melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan asosiasi profesi, salah satunya Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
“Hal ini menjadi momentum yang bagus bagi para apoteker untuk melakukan edukasi kepada masyarakat sekitar. Bimtek kali ini dilaksanakan agar para apoteker mendapatkan pengetahuan dari narasumber yang ahli, sehingga diperoleh informasi yang lengkap dan valid sehingga bisa menjadi bekal melaksanakan pemberdayaan masyarakat utamanya pada kegiatan Apoteker Run tanggal 16 Februari 2025 mendatang.” ungkap Hendy Ristiono, Ketua Pengurus Daerah IAI DIY, pada sambutannya. Besar harapan Hendy agar sebagian besar masyarakat Yogyakarta ikut terpapar bagaimana memilih dan menggunakan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang aman.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Nurvika Widyaningrum juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa BPOM terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan produk OBASKK yang aman, salah satunya dengan bersinergi bersama IAI. “Kegiatan pembentukan penyuluh/kader bersama IAI telah dilakukan sejak tahun 2024, dimana telah terbentuk 65 kader dari anggota IAI seluruh Indonesia yang telah mengedukasi 1.730 masyarakat. Untuk itu, penyuluh/kader yang terbentuk pada kegiatan ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat sekitar sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai Obat dan Makanan aman.” ujar Nurvika.
Selanjutnya calon Kader diberikan pembekalan pengetahuan mengenai berbagai materi, antara lain profil BPOM dan aplikasi BPOM Mobile, serta materi cerdas memilih dan menggunakan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang aman.
Pada akhir kegiatan, 30 calon kader yang telah mengikuti bimbingan teknis dan lulus post-test dikukuhkan sebagai Kader OBASKK BPOM tahun 2025. Kader yang telah dibentuk akan menyampaikan pengetahuan yang telah diperoleh kepada masyarakat guna mewujudkan penggunaan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang aman agar masyarakat terlindungi dari produk berbahaya bagi kesehatan.