Bersama BPOM dan Komisi IX DPR RI Dorong Masyarakat Bekasi Menjadi Konsumen Cerdas dalam Memilih Produk Obat dan Makanan yang Aman

05-05-2026 Umum Dilihat 35 kali

Kabupaten Bekasi – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Dit. PMPU OTSKK) kembali menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Megati Waterpark Cikarang, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (02/05/2026). Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang aman dan bermutu. Kegiatan ini dihadiri oleh 600 masyarakat yang berasal dari Kecamatan Karangbahagia dan sekitarnya di 2 sesi.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya, Wiwi Hartuti, dalam paparannya menyampaikan bahwa penggunaan kosmetik yang aman berlaku untuk semua kalangan gender dan usia. Ia menekankan pentingnya melakukan Cek KLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa) sebelum memilih dan menggunakan produk kosmetik secara aman.

Selanjutnya, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama, Febriana Savitri menyampaikan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile sebagai media untuk mengecek legalitas produk obat dan makanan. Ia menjelaskan cara pengecekan produk obat dan makanan yang aman, antara lain pemindaian dengan 2D barcode dan cek NIE (Nomor Izin Edar).

Mendukung informasi yang telah disampaikan, anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari, menegaskan kembali masyarakat harus menjadi konsumen yang kritis dan tidak sembarangan dalam memilih produk obat maupun makanan. Beliau menekankan bahwa produk ilegal tanpa izin edar bukan hanya pelanggaran aturan, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan jiwa. Meskipun herbal merupakan alternatif alami yang baik, beliau memperingatkan terkait kemungkinan adanya praktik penipuan dari oknum yang tidak bertanggungjawab demi menjanjikan khasiat instan.

Selain itu, Anggota Komisi IX DPR RI juga menyoroti keterkaitan antara asupan gizi seimbang dengan upaya nasional pencegahan stunting. Beliau mengutarakan bahwa kunci utama untuk menjamin tumbuh kembang anak yang optimal adalah pemilihan asupan makanan yang aman dan bernutrisi seimbang. (AW)

Sarana