Jakarta, 19 September 2025, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan menyelenggarakan Webinar Bisa UMKM pada Jumat (19/9), bertempat di Gedung Batik Badan POM RI. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.00 WIB ini diikuti oleh perwakilan industri dan usaha di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan serta supplier bahan baku obat bahan alam secara langsung di Badan POM maupun daring melalui zoom meeting yang disediakan atau kanal youtube Direktorat PMPU OTSKK BPOM.
Acara menghadirkan tiga narasumber dari regulator, industri, dan praktisi ekspor impor yang membagikan wawasan terkait peluang ekspor produk obat bahan alam. Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Nurvika Widyaningrum, menekankan bahwa obat bahan alam memiliki nilai strategis seiring meningkatnya tren global gaya hidup sehat dan back to nature. “Potensi pasar obat bahan alam dunia sangat menjanjikan, diperkirakan mencapai USD 233,08 miliar pada 2024 dan terus tumbuh hingga USD 437 miliar pada 2032. Namun, potensi ini belum optimal dimanfaatkan oleh pelaku usasah di Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Taswan Wimalaputra, Head of Marketing and Sales PT Dami Sariwana, salah satu usaha obat bahan alam yang menjadi orang tua angkat UMKM OBA, berbagi pengalaman sukses perusahaannya dalam menembus pasar ekspor. “Kualitas produk dan strategi penetrasi pasar yang tepat menjadi kunci keberhasilan,” ungkap Taswan, yang mewakili industri sekaligus berperan sebagai orang tua angkat UMKM OBA.
Narasumber terakhir, Yuli Andayani, seorang praktisi Bisnis Ekspor Impor sekaligus Direktur Transformasi Madani Indonesia serta Master Trainer BNSP RI, memberikan motivasi kepada peserta melalui topik “Export, Are You Ready to Go Global?”. Ia menekankan pentingnya kesiapan teknis dan pemenuhan standar internasional agar produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap UMKM OBA semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan memperluas pasar, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan daya saing Indonesia di kancah internasional.