BPOM Luncurkan Program IDAMAN di Jawa Tengah, Perkuat Ekosistem Jamu Aman dari Masyarakat hingga Pelaku Usaha

11-06-2026 Umum Dilihat 69 kali

Semarang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi meluncurkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) di Jawa Tengah melalui kegiatan Kick Off IDAMAN yang diselenggarakan di Aula Gradhika Bhakti Praja, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis BPOM dalam memperkuat ekosistem jamu yang aman, bermutu, dan berdaya saing melalui pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kapasitas pelaku usaha jamu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BPOM, Wakil Gubernur Jawa Tengah, para kepala daerah tingkat Kabupaten/Kota yang hadir secara luring dan daring, akademisi, pelaku usaha, komunitas jamu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pada kesempatan tersebut dilakukan peluncuran Program IDAMAN, penyerahan simbolis Modul Cara Pembuatan Jamu Gendong/Jamu Racikan yang Baik, serta penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan keamanan jamu di daerah.

Program IDAMAN merupakan inisiatif BPOM untuk melestarikan jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih, menggunakan, dan memproduksi jamu yang aman. Program ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha guna mewujudkan ekosistem jamu yang tidak hanya lestari, tetapi juga mampu memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat serta meningkatkan daya saing produk obat bahan alam Indonesia.

Sebagai tindak lanjut dari peluncuran program, BPOM menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pembentukan Kader Keamanan Jamu yang diikuti oleh sembilan peserta dari Kelurahan Wonolopo, Kota Semarang. Kegiatan ini bertujuan membentuk agen perubahan di masyarakat yang mampu berperan sebagai spoke person BPOM dalam menyebarluaskan informasi mengenai keamanan jamu dan obat bahan alam secara berkelanjutan.

Dalam bimbingan teknis tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai profil BPOM, cara memilih dan menggunakan obat bahan alam yang aman, pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile, serta metode pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sebagai tugas kader kepada masyarakat. Materi disampaikan oleh narasumber BPOM, yaitu Hermaniar, Widya Cahyaningtyas Hardiyani, dan Inggit Arti Sari. Para kader juga diperkenalkan dengan aplikasi Sikerja Duper sebagai sarana pelaporan kegiatan KIE yang akan dilaksanakan di wilayah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, diselenggarakan Bimbingan Teknis Usaha Jamu Gendong yang diikuti oleh 28 pelaku usaha jamu gendong anggota Komunitas Jamu Sumber Husada. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas pelaku usaha jamu gendong agar mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, serta memiliki daya saing di tengah perkembangan industri berbasis bahan alam yang semakin pesat.

Materi yang disampaikan terkait pemilihan dan penanganan bahan baku simplisia, penerapan higiene, sanitasi, dan dokumentasi serta cara memilih obat bahan alam yang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha jamu gendong dalam menerapkan praktik produksi yang baik, melakukan inovasi usaha tanpa mengabaikan aspek keamanan dan mutu, serta menghasilkan produk jamu yang aman, bermutu, berdaya saing, dan semakin diterima oleh masyarakat sebagai warisan budaya bangsa

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan dan pengalaman lapangan yang disampaikan dalam sesi diskusi menunjukkan meningkatnya kepedulian masyarakat dan pelaku usaha jamu gendong terhadap pentingnya keamanan jamu sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat.

Melalui Program IDAMAN, BPOM berharap dapat membangun jejaring Kader Keamanan Jamu yang mampu menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam mengedukasi masyarakat, sekaligus melakukan pemberdayaan kepada pelaku usaha jamu untuk mendukung pengembangan jamu yang berkelanjutan, berdaya saing dan memperkuat budaya sehat jamu. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha, jamu Indonesia diharapkan semakin dipercaya, berdaya saing, serta tetap lestari sebagai warisan budaya bangsa yang membanggakan. (H-YM)

Sarana