BPOM Pacu Pengembangan Bahan Baku Kosmetik Berbasis Biota Perairan

05-02-2024 Umum Dilihat 1832 kali

Selasa, 12 Desember 2023, BPOM melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik menyelenggarakan kegiatan BisTik (Bincang Seputar Kosmetik) secara online melalui zoom meeting yang mengusung tema Kemandirian Nasional Bahan Baku Kosmetik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi pelaku usaha bahan baku kosmetik serta meningkatkan penggunaan bahan baku kosmetik dalam negeri. Peserta yang mengikuti acara ini yaitu fasilitator Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM, asosiasi pelaku usaha dan profesi, UMKM bahan baku kosmetik, UMKM kosmetik dan masyarakat umum dengan jumlah total peserta sebanyak 391 peserta.

Acara didahului dengan Sambutan dari Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Mohamad Kashuri yang menyatakan sesuai amanah Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, BPOM turut mendukung penuh pengembangan industri farmasi untuk mendorong kemandirian industri dalam negeri termasuk di bidang kosmetik.  Salah satu upaya yaitu membangun kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam pengembangan produk usaha pemanfaatan kelautan dan perikanan yang didukung dengan telah ditandatangani nota kesepahaman antara BPOM dan KKP tentang Peningkatan Keamanan, Mutu, Manfaat dan Daya Saing Obat dan Makanan bersumber dari Produk Kelautan dan Perikanan.

Kegiatan BisTik pada edisi kali ini menghadirkan 3 (tiga) pembicara yang berasal dari Direktur Jasa Kelautan KKP yang menyampaikan terkait Tantangan dan Peluang Industri Bahan Baku Kosmetik Berbasis Biota Laut, Guru Besar Kimia Farmasi, FMIPA Universitas Udayana yang memaparkan terkait Rumah Produksi Bahan Baku Kosmetik Berbasis Riset, serta Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya, Balai Besar POM di Denpasar menyampaikan Peran BPOM mengawal Rumah Produksi Bahan Baku Minyak Ikan di Bali. Kegiatan BisTik mendapatkan antusias yang baik dari para peserta yang terlihat dari cukup banyaknya pertanyaan yang disampaikan pada narasumber ketika sesi tanya jawab.

Diharapkan kegiatan ini dapat membuka wawasan pelaku usaha di bidang kosmetik terkait bahan baku alternatif berbahan dasar biota laut dan dapat menumbuhan minat pelaku usaha di bidang bahan baku kosmetik, sehingga dapat meningkatkan kemandirian penggunaan bahan baku kosmetik dalam negeri. Kedepannya, kegiatan BisTik ini diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin dalam memberikan informasi terkini di bidang kosmetik.   

Sarana