Jakarta – Dalam rangka meningkatkan literasi generasi muda tentang jamu serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya kesehatan tradisional Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Pekan Jamu 2026. Sebagai salah satu dari pekan jamu diselenggarakan Lomba Cerdas Cermat Jamu Tingkat SMA/SMK/Sederajat se-DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Batik Lantai 6 BPOM pada Selasa (2/6/2026).
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Badan POM, yang sekaligus melakukan Kick Off Pekan Jamu 2026. Dalam sambutannya, Kepala BPOM menekankan pentingnya peran generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya bangsa yang memiliki nilai kesehatan, ekonomi, dan identitas nasional.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Sebanyak 133 tim mengikuti babak penyisihan yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Blooket dan Zoom Meeting pada 26 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, terpilih sembilan tim terbaik yang melaju ke babak semifinal, yaitu tim dari SMAN 8 Jakarta, SMAN 32 Jakarta, SMAN 77 Jakarta, SMAN 33 Jakarta, SMAN 90 Jakarta, SMAN 68 Jakarta, SMAN 48 Jakarta, SMA Labschool Jakarta, dan SMAN 80 Jakarta.
Pada babak semifinal, sembilan tim dibagi ke dalam tiga sesi dan berkompetisi menjawab 20 soal rebutan. Hasil semifinal menunjukkan SMAN 68 Jakarta memimpin sesi pertama, SMAN 48 Jakarta memimpin sesi kedua, dan SMAN 80 Jakarta memimpin sesi ketiga. Ketiga tim tersebut kemudian melaju ke babak final.
Persaingan semakin ketat pada babak final. Setiap tim menghadapi tiga jenis soal, yaitu soal wajib, soal rebutan, dan soal bonus yang menguji pengetahuan peserta mengenai Bahan baku jamu, serta khasiat dan manfaat jamu. Ketepatan strategi dan kecepatan menjawab menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang.
Berdasarkan hasil akhir, SMAN 48 Jakarta berhasil meraih Juara I dengan skor 750. Posisi Juara II diraih oleh SMAN 68 Jakarta dengan skor 450, sedangkan Juara III diraih oleh SMAN 80 Jakarta dengan skor 300.
Salah satu anggota tim Juara I dari SMAN 48 Jakarta, Afhdal Amirul Fadli, mengungkapkan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilan timnya.
“Kami belajar dengan membagi materi yang ada kepada setiap anggota tim dan rutin berlatih mengerjakan soal. Kami juga memanfaatkan teknologi AI untuk membantu membuat soal latihan sehingga lebih terbiasa menghadapi berbagai jenis pertanyaan dalam kompetisi,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap generasi muda semakin memahami pentingnya jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk memilih dan menggunakan produk jamu yang aman, bermutu, dan terdaftar, serta memperkuat kebanggaan terhadap jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia yang telah diakui oleh UNESCO. (DKDH)