DUTA BARU BPOM: FINALIS PUTRI INDONESIA SIAP SOSIALISASIKAN KONSUMSI OBAT DAN MAKANAN AMAN

17-04-2026 Umum Dilihat 18 kali

Jakarta– BPOM bersama Yayasan Puteri Indonesia menyelenggarakan kegiatan pembekalan dan pengukuhan Duta Obat dan Makanan kepada 45 finalis Puteri Indonesia 2026 pada Senin (13/04/2026) di Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM sebagai wujud nyata kolaborasi yang erat antara Badan POM dan generasi muda untuk membangun kesadaran akan pentingnya keamanan obat dan makanan.

Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap keterlibatan aktif para finalis dalam mendukung program pemerintah terutama dalam pengawasan obat dan makanan. Kepala BPOM menekankan bahwa mewujudkan keamanan, kemandirian, serta kedaulatan obat dan makanan di Indonesia adalah tugas bersama.

“Pengukuhan Duta Obat dan Makanan Aman hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen bersama untuk terus mengedukasi, menginspirasi, dan melindungi masyarakat Indonesia. Sinergi antara Badan POM dan  Putri Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Taruna Ikrar.

Lebih lanjut, Ketua Dharma Wanita Persatuan Elfi Taruna Ikrar menyampaikan peran perempuan sebagai pengambil keputusan termasuk dalam memilih obat dan makanan. Oleh karena itu, perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki pengetahuan, mampu berpikir kritis dan mengambil keputusan yang tepat termasuk memilah yang aman dan berisiko.

“Melalui forum ini, mari kita bersama-sama membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu menjadi pilar kesehatan keluarga dengan menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan berdaya. Karena perempuan berdaya bukan hanya menginspirasi, tetapi juga melindungi dan menguatkan generasi.” Pungkas Elfi Taruna Ikrar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Putri Kus Wisnu Wardani menyampaikan bahwa kerja sama antara YPI dan BPOM dilandasi oleh komitmen bersama dalam meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat terkait obat dan makanan. “Sebagai figur publik yang memiliki pengaruh luas, finalis dan pemenang Puteri Indonesia berperan strategis sebagai agen edukasi dalam menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat.” Ungkap Kus Wisnu Wardani.

Dalam acara ini, para finalis juga diberi pembekalan terkait peran Puteri Indonesia sebagai influencer kosmetik aman yang disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Mohamad Kashuri. Pembekalan ini semakin menambah pengetahuan dan wawasan para finalis terkait keamanan obat dan makanan sebagai bekal mengedukasi publik dengan informasi yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan.

Melalui acara ini, BPOM mengajak perempuan indonesia agar tidak mudah terpengaruh oleh tren, tetapi mampu mengambil keputusan yang tepat termasuk dalam memilih obat dan makanan yang aman.

Sarana