Glukosamin dan Kondroitin sulfat: Kombinasi Tepat Pendukung Kesehatan Sendi

04-08-2026 Umum Dilihat 213 kali

Kesehatan sendi adalah salah satu kunci utama untuk bisa terus beraktivitas. Faktor gaya hidup sejak muda seperti pola makan, aktivitas fisik, dan berat badan sangat memengaruhi kondisi sendi di masa depan. Namun seiring bertambahnya usia dan kondisi tertentu, fungsi sendi dapat mengalami penurunan sehingga mengalami keluhan seperti nyeri, kaku dan sulit bergerak.

Glukosamin adalah zat alami yang dapat ditemukan dalam tubuh manusia, terutama di area sekitar persendian. Glukosamin merupakan salah satu monosakarida amino yang juga terdapat di jaringan kartilago sebagai komponen glikosaminoglikan, berfungsi untuk mempertahankan fleksibilitas, elastisitas serta pemeliharaan sendi. Glukosamin membantu pembentukan cairan sinovial yang berfungsi melumasi sendi dan menjaga kesehatan tulang rawan sehingga tubuh dapat bergerak leluasa tanpa rasa kaku atau nyeri sendi.

Pada lansia, glukosamin yang diproduksi secara alami didalam tubuh jumlahnya tidak cukup untuk memberikan kesehatan otot sendi yang optimal sehingga perlu asupan glukosamin dari luar. Glukosamin dalam bentuk suplemen kesehatan umumnya diperoleh dari cangkang hewan laut seperti kerang, udang, kepiting, atau lobster.

Selain glukosamin, kondroitin sulfat juga menjadi bagian penting dalam tulang rawan. Kondroitin sulfat sulfat adalah golongan glikosaminoglikan yang membantu pelumasan jaringan sendi dan menjadi bagian penting dari tulang rawan untuk memberikan elastisitas. Seperti halnya glukosamin, kondroitin sulfat juga ditemukan secara alami di dalam tubuh. Sumber kondroitin sulfat pada suplemen kesehatan umumnya berasal dari tulang lunak yang terdapat pada sapi, ikan dan juga unggas.

Glukosamin dan kondroitin sulfat memiliki fungsi yang saling melengkapi. Oleh karena itu, keduanya sering dikombinasikan dalam suplemen kesehatan untuk membantu memelihara kesehatan sendi. Berdasarkan peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2022, batas maksimum harian konsumsi suplemen kesehatan glukosamin adalah 1500 mg, sedangkan kondroitin sulfat adalah 1200 mg.

Secara umum, glukosamin dan kondroitin sulfat tergolong aman bila dikonsumsi sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, beberapa orang dapat mengalami efek samping. Efek samping konsumsi suplemen kesehatan glukosamin dan kondroitin sulfat biasanya ringan dan jarang terjadi. Efek samping yang biasanya muncul antara lain sakit perut, sakit kepala, peningkatan gas usus, diare, dan ruam.

Sebelum membeli dan mengonsumsi suplemen kesehatan, pastikan selalu Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk. (DKDH)

Referensi:

Antoni, N., Deni R., Pamian S., Sri W. (2025). Molekular Docking Kondroitin Sulfat Sulfat Dan Asam Hialuronat Yang Terkadung Dalam Eggshell Membrane Berpotensi Menghambat Mmp13 Secara Inslico. Jurnal Farmamedika. Volume 10(2):262-269. https://doi.org/10.47219/ath.v10i2.448

Aryani, AF., Patihul H, Tri Winarsih N. (2024). Review Artikel: Metode Analisis Penetapan Kadar Glukosamin Dalam Suplemen Kesehatan dengan Berbagai Metode. Jurnal Farmaka. Volume 22(2):144-150. https://doi.org/10.24198/farmaka.v22i2.53737.g23491

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. 2022. Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 32 Tahun 2022 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Suplemen Kesehatan

Desiana SM., Jessica SS.,. (2019). Efektivitas Suplementasi Glukosamin pada Tatalaksana Osteoartritis. Jurnal Farmasetis. Volume 8(2):59-66. 10.32583/farmasetis.v8i2.619

https://www.arthritis-uk.org/information-and-support/understanding-arthritis/arthritis-treatments/complementary-and-alternative-treatments/types-of-complementary-treatments/chondroitin/

Sarana