Jati Cina (Cassia Angustifolia Folium): Obat Bahan Alam yang Disalahgunakan sebagai Pelangsing

03-03-2026 Umum Dilihat 127 kali

Cassia Angustifolia Folium yang lebih populer dikenal dengan daun jati cina atau daun senna merupakan salah satu bahan yang telah lama digunakan untuk pengobatan tradisional, terutama dalam melancarkan sistem pencernaan. Akan tetapi faktanya di lapangan, bahan ini sering dimanfaatkan dalam produk pelangsing, meskipun klaim aslinya dalam obat bahan alam tidak ditujukan untuk tujuan tersebut. Pemahaman yang keliru inilah yang kemudian memunculkan risiko penyalahgunaan.

 

Mengenal Jati Cina dan Fungsi dalam Obat Bahan Alam

Daun jati cina mengandung senyawa aktif utama berupa sennosida, yang bekerja sebagai laksatif atau pencahar alami. Senyawa ini merangsang saraf pada dinding usus besar sehingga meningkatkan gerakan peristaltik usus dan mengurangi penyerapan kembali air dari feses. Mekanisme tersebut membuat feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Secara umum, pemanfaatan jati cina dalam bidang kesehatan meliputi:

  • Membantu mengatasi konstipasi (sembelit) sebagai laksatif alami
  • Membantu persiapan tindakan medis seperti kolonoskopi
  • Membantu meringankan gejala wasir
  • Memiliki potensi aktivitas antibakteri dan antijamur

Beberapa literatur juga menyebutkan potensi manfaat lain, namun penggunaannya tetap harus didasarkan pada bukti ilmiah dan ketentuan regulasi yang berlaku.

Sesuai Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam, klaim khasiat jati cina yang diperbolehkan adalah membantu melancarkan buang air besar. Setiap klaim dalam obat bahan alam harus selaras dengan mekanisme kerja bahan serta didukung data empiris dan/atau ilmiah yang memadai. Selain itu, penggunaan jati cina harus memperhatikan dosis dan durasi pemakaian untuk mencegah efek samping pada saluran cerna.

 

Penyalahgunaan Sebagai Pelangsing

Daun jati cina sering dikaitkan dengan obat bahan alam yang memiliki klaim khasiat untuk penurunan berat badan. Penyalahgunaan ini dapat terjadi karena:

-        Efek cepat penurunan berat badan

Dengan mempercepat proses lewatnya makanan melalui usus dan mengurangi penyerapan, maka secara instan dapat menunjukkan efek penurunan berat badan sementara.

-        Persepsi keliru tentang  “Detoksifikasi”

Jati cina sering dipersepsikan sebagai bahan yang dapat “membersihkan racun” dan memperbaiki metabolisme tubuh. Padahal, efek utamanya terbatas pada stimulasi pengosongan usus besar, bukan proses detoksifikasi sistemik.

-        Pemasaran yang menyesatkan

Produk yang mengandung jati cina kerap dipromosikan sebagai “teh detoks” atau “pelangsing alami” tanpa penjelasan bahwa efek utamanya adalah sebagai pencahar. Informasi yang tidak utuh ini dapat menyesatkan konsumen.

Daun Jati cina ini tidak boleh dipasarkan sebagai obat bahan alam dengan klaim khasiat untuk menurunkan berat badan atau pelangsing, dikarenakan penurunan berat badan yang terjadi bukan disebabkan oleh pembakaran lemak, penurunan massa lemak tubuh, dan peningkatan metabolisme, melainkan akibat kehilangan cairan tubuh dan pengosongan isi usus. Oleh karena itu penggunaan jangka panjang sebagai solusi penurunan berat badan tidak direkomendasikan dan dapat menimbulkan risiko kesehatan.

 

Risiko dan Efek Samping Penggunaan Tidak Tepat

Konsumsi jati cina secara tidak tepat, terutama rutin secara jangka panjang atau dalam dosis berlebihan dapat menimbulkan berbagai efek samping, diantaranya:

-        Gangguan saluran pencernaan

Berupa diare berulang, mual, kram perut, dan nyeri atau mulas hebat. Efek ini dapat terjadi karena jati cina merangsang peristaltik usus secara kuat.

-        Dehidrasi

Terjadi dikarenakan diare yang berulang menyebabkan kehilangan cairan tubuh, mulut kering, lemas, pusing, dan tekanan darah menurun.

-        Gangguan elektrolit

Terjadi karena penggunaan jangka panjang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memengaruhi fungsi tubuh.

-        Ketergantungan pencahar

Terjadi karena usus malas bekerja secara alami dan bergantung pada rangsangan dari penggunaan jati cina, dan mengakibatkan sulitnya buang air besar.

-        Potensi gangguan pada hati bila dikonsumsi jangka panjang tanpa pengawasan.

 

Agar terhindar dari penyalahgunaan dan risiko kesehatan, penting bagi masyarakat untuk memahami fungsi dan batasan penggunaan obat bahan alam, termasuk jati cina. Gunakan produk sesuai klaim khasiat yang diizinkan dan jangan mudah tergiur dengan klaim yang berlebihan. Sebagai langkah perlindungan diri, selalu lakukan Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa) sebelum memilih dan mengonsumsi produk obat bahan alam. (BTP)

 

Referensi

Peraturan BPOM Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam.

7 Health Benefits of Adding Senna to Your Diet. Healt, 2025.

How Do You Use Senna Tea, and Is It Safe?. Veryvell Health, 2025.

What Is Senna Tea, and Is It Safe?. Healthline, 2020

8 Manfaat Daun Jati Cina dan Risiko Efek Sampinng. Ciputra Hospital, 2026.

Sarana