Kenal Lebih Dekat dengan DHA, Nutrisi Penting untuk Otak dan Mata

10-03-2026 Umum Dilihat 94 kali

Pernah mendengar tentang DHA?

Tentunya, kita sudah tidak asing dengan DHA. Nutrisi ini sering disebut dalam susu pertumbuhan, suplemen ibu hamil, dan produk kesehatan lainnya. Tapi, apa sebenarnya DHA itu dan mengapa penting bagi tubuh kita?

DHA (Docosahexaenoic Acid) adalah salah satu jenis lemak baik dari kelompok omega-3 yang berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan fungsi otak dan mata. Nutrisi ini menjadi salah satu komponen utama penyusun jaringan otak, dimana 97% kandungan lemak penting dalam otak tersusun oleh DHA. DHA banyak ditemukan di materi abu-abu otak dan lobus frontal yang berperan untuk memproses informasi, mengingat, dan mengatur emosi.

Berbagai studi menunjukan bahwa DHA memiliki peran penting untuk dalam pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak, terutama pada masa kehamilan hingga awal kehidupan anak (periode 1000 hari pertama kehidupan). Pada masa kehamilan, DHA ditransfer dari ibu ke janin melalui plasenta untuk mendukung pembentukan otak dan mata janin. Oleh karena itu, kebutuhan DHA seorang ibu meningkat selama kehamilan dan menyusui. Kekurangan asupan DHA pada janin maupun bayi dapat berdampak pada perkembangan sistem saraf, yang berpotensi memengaruhi kemampuan belajar, perkembangan kognitif, serta fungsi penglihatan. Karena itu, ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk memperhatikan kecukupan asupan DHA.

Sebenarnya, tubuh manusia dapat memproduksi DHA, namun hanya dalam jumlah kecil, sehingga diperlukan asupan dari makanan atau suplemen Kesehatan untuk memenuhinya. DHA banyak terkandung dalam makanan laut seperti ikan salmon, makerel, sardin, tuna, dan minyak ikan. Selain itu, DHA juga dapat ditemukan pada rumput laut, yang sering menjadi sumber DHA nabati. Beberapa makanan lain seperti daging, telur, susu, serta produk olahannya juga mengandung DHA. Salah satu sumber DHA yang cukup tinggi adalah minyak hati ikan kod, mengandung sekitar 1 gram per sendok makan (15 ml).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan asupan DHA untuk anak usia 2-4 tahun sekitar 100-150 mg per hari. Sementara itu, untuk ibu hamil dan menyusui, asupan DHA yang direkomendasikan DHA sebanyak 300-600 mg per hari untuk mendukung perkembangan otak bayi. Studi menunjukkan bahwa bayi dari ibu yang mengonsumsi 200 mg DHA per hari sejak minggu ke-24 kehamilan hingga persalinan menunjukan perkembangan fungsi penglihatan dan kemampuan kognitif yang lebih baik.

Selain diperoleh dari makanan, kebutuhan DHA juga dapat dipenuhi dari suplemen kesehatan. Penggunaan suplemen Kesehatan biasanya dipertimbangkan pada kondisi tertentu, misalnya saat seseorang tidak mengonsumsi ikan berlemak secara teratur, atau menjalani pola makan vegetarian yang membatasi konsumsi produk hewani. Saat mengonsumsi suplemen Kesehatan perlu diperhatikan bahwa penggunaannya harus sesuai dengan kebutuhan serta mengikuti aturan pakai yang tercantum pada kemasan. Bagi ibu hamil dan menyusui, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi suplemen kesehatan DHA agar dosis yang digunakan sesuai dan aman.

Dengan memahami manfaat serta cara memenuhi kebutuhan DHA yang tepat, masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. Pemenuhan DHA melalui pola makan seimbang yang kaya sumber omega-3 serta penggunaan suplemen secara tepat dapat membantu mendukung perkembangan otak dan kesehatan mata secara optimal. (DR)

 

Sumber:

  1. Bjarnadottir, Adda. DHA (Docosahexaenoic Acid): A Detailed Review.  https://www.healthline.com/nutrition/dha-docosahexaenoic-acid?utm_source=ReadNext#intro. Diakses 9 Maret 2026.
  2. McCulloch, Marsha. 12 Health Benefits of DHA (Docosahexaenoic Acid). https://www.healthline.com/nutrition/dha-benefits#inflammation. Diakses 9 Maret 2026.
  3. Kementerian Kesehatan. Beragam Manfaat DHA untuk Kesehatan. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2961/beragam-manfaat-dha-untuk-kesehatan.  Diakses 9 Maret 2026.
Sarana