Kick-off 1000 UMKM PROAKTIF: Bangkit, Berdaya, Mendunia

13-03-2026 Umum Dilihat 22 kali

Jakarta - Dalam rangka mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029, diperlukan upaya agresif dalam percepatan pertumbuhan usaha baru khususnya UMKM obat bahan alam dan kosmetik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Pemberdayan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Direktorat PMPU OTSKK) menginisiasi Program Orang Tua Angkat Kolaboratif (PROAKTIF) sebagai kemitraan strategis antara BPOM dan mitra untuk mendampingi UMKM obat bahan alam dan Kosmetik dalam pemenuhan legalitas sarana hingga memiliki nomor izin edar produk. Untuk memperluas cakupan PROAKTIF melalui kemitraan ABG (Akademisi – Pelaku Usaha – Pemerintah), akan dilakukan pendampingan terhadap 1000 UMKM.

 

Sebagai langkah awal pelaksanaan program tersebut, diselenggarakan Kick-off 1000 UMKM PROAKTIF: Bangkit, Berdaya, Mendunia” pada 12 Maret 2026 di Aula Gedung Merah Putih, BPOM Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh kementeraian/Lembaga, akademisi dan pelaku usaha obat bahan alam dan kosmetik.

 

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan POM, Taruna Ikrar. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 65,5 juta UMKM yang berkontribusi 61,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sekitar Rp23 ribu triliun. Pada masa pandemi COVID-19, sektor UMKM terbukti mampu bertahan dan menjadi penopang utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, UMKM diharapkan dapat terus naik kelas agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8% di tahun 2029.

Sejalan dengan arahan Presiden, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut berperan dalam mendukung pengembangan UMKM melalui pendampingan dan pembinaan agar pelaku usaha dapat memenuhi standar keamanan dan mutu produk. Selain itu, BPOM juga mendorong hilirisasi serta percepatan penerbitan izin edar agar produk UMKM dapat lebih cepat dipasarkan secara legal dan aman. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti akademisi, kementerian/lembaga dan industri, diharapkan UMKM Indonesia semakin berdaya saing dan mampu menembus pasar global.

Rangkaian kegiatan meliputi, kick-off 100 UMKM PROAKTIF, launching virtual tour penerapan CPOBAB dan CPKB, serta launching modul start-up OBA dan kosmetik. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Modul Langkah Awal Memulai Usaha Obat Bahan Alam dan Modul Langkah Awal Memulai Usaha Kosmetik, serta penyerahan sertifikat perizinan dan Nomor Izin Edar (NIE) kepada UMKM binaan industri. UMKM Anak Angkat PT Pharmacia Herba menerima Sertifikat NIE, sementara PT Rejeki Tujuh Alam menerima Sertifikat CPOTB Tahap 1.

Kegiatan juga diisi dengan talkshow bertajuk “Collaborate to Elevate: UMKM OBA dan Kosmetik Bangkit, Berdaya, Mendunia” yang menghadirkan diskusi mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mendorong peningkatan kapasitas serta daya saing UMKM. Dalam diskusi tersebut disampaikan bahwa program 1000 UMKM PROAKTIF bertujuan meningkatkan jumlah UMKM OBA dan Kosmetik serta mendorong percepatan UMKM OBA dan Kosmetik naik kelas, dapat dicapai dengan adanya kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam memajukan UMKM obat bahan alam dan kosmetik yang siap menembus pasar global. Pendampingan UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, pemenuhan regulasi, serta akses pemasaran. Melalui Program Orang Tua Angkat Kolaboratif (PROAKTIF), mitra berperan sebagai Orang Tua Angkat (OTA) yang memberikan pendampingan kepada UMKM atau Anak Angkat dalam pemenuhan legalitas usaha, peningkatan kualitas produksi, hingga pengembangan pemasaran produk agar UMKM dapat naik kelas dan lebih berdaya saing.

Selain itu, dilaksanakan desk konsultasi bagi UMKM dan pelaku usaha yang ingin berkonsultasi secara langsung terkait proses perizinan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), baik bagi peserta yang hadir secara luring maupun peserta yang mengikuti kegiatan secara daring.

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang kuat dalam memperluas kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam mendampingi UMKM obat bahan alam dan kosmetik. Melalui Program Orang Tua Angkat Kolaboratif (PROAKTIF), diharapkan semakin banyak UMKM yang mampu memenuhi standar regulasi, memperoleh legalitas usaha dan izin edar produk, serta meningkatkan daya saingnya di pasar nasional maupun internasional. Dengan demikian, UMKM Indonesia dapat terus berkembang, naik kelas, dan berkontribusi lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sarana