Jakarta (23/06/2025). Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan UMKM melalui kolaborasi lintas sektor, BPOM melaksanakan Program Orang Tua Angkat (OTA) bagi UMKM Kosmetik. Melalui program ini, BPOM menghubungkan industri besar sebagai OTA, dengan UMKM Kosmetik sebagai Anak Angkat, untuk memberikan fasilitasi dan bimbingan dalam pendampingan penerapan CPKB dan penyusunan dokumen notifikasi produk, pemberian pelatihan manajerial, branding dan kewirausahaan termasuk pelatihan e-commerce (pemasaran melalui media digital). Salah satu bentuk fasilitasi dan bimbingan tersebut dilakukan melalui Knowledge Sharing dari OTA kepada Anak Angkat UMKM Kosmetik.
Knowledge sharing ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri, yang menyatakan bahwa pelaku usaha kosmetik perlu bertanggung jawab atas mutu dan keamanan produk yang dihasilkan karena bisnis kosmetik tidak hanya terkait finansial semata, namun turut mempengaruhi kesehatan masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa BPOM akan menjadi mitra yang strategis bagi pelaku usaha kosmetik dalam mendorong kemajuan industri kosmetik nasional melalui pengembangan riset dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan di lapangan.
Kegiatan ini diikuti oleh 210 orang peserta luring maupun daring yang berasal dari pelaku usaha kosmetik dan lintas sektor terkait. Narasumber knowledge sharing merupakan OTA UMKM Kosmetik yang telah berhasil mendampingi UMKM Anak Angkat Kosmetik hingga mendapat persetujuan perizinan dari BPOM. Ika Dwi Handayani selaku Apoteker Penanggung Jawab Teknis PT. Paragon Technology and Innovation, menyampaikan materi CPKB sebagai Kunci dalam Peningkatan Daya Saing Produk UMKM Kosmetik. Ika menyebut bahwa penerapan standar mutu sangatlah penting sebagai pondasi awal agar produk kosmetik tidak hanya aman, tapi juga memenuhi persyaratan pasar, baik domestik maupun internasional
Narasumber kedua, Sri Dwi Hastuti selaku Head of Research & Innovation PT Kosmetika Global Indonesia menyampaikan materi Strategi Pemasaran Kosmetik Lokal di Tengah Persaingan Global. Melalui paparannya, beliau membuka wawasan mengenai dinamika pasar kosmetik, strategi branding, digital marketing, serta cara bagi UMKM Kosmetik untuk menemukan pasarnya melalui produk yang unggul.
Para peserta mencermati webinar dengan antusias hal ini terlihat dari pertanyaan yang disampaikan menggali lebih dalam dan rinci materi dari kedua Narasumber. Kegiatan hari ini menggarisbawahi bahwa CPKB tidak semata-semata diterapkan untuk memenuhi regulasi, namun juga menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan masyarakat terhadap produk lokal. Selain itu, di tengah trend fast beauty dengan persaingan produk yang semakin masif, terlepas dari terus memproduksi produk yang inovatif, hal yang paling penting adalah strategi pemasaran yang tepat untuk dapat membuat produk yang berdaya saing tinggi baik di pasar lokal maupun global.
Melalui knowledge sharing ini diharapkan dapat memfasilitasi percepatan pengembangan UMKM Kosmetik, sehingga terwujud UMKM Kosmetik yang berdaya, maju, terus belajar, dan dapat beradaptasi terhadap dinamika pasar.