Kabupaten Karawang - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetika (Dit. PMPU OTSKK) kembali menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di GOR Al Fikri, Dusun Kedungmundu, Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Jumat (14/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan atas kolaborasi bersama Komisi IX DPR RI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang aman dan bermutu. KIE terselenggara dalam dua sesi dengan jumlah peserta mencapai 500 orang.
Pada kesempatan ini, Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari, menekankan peran masyarakat untuk turut aktif dalam menerapkan pola hidup sehat dengan memastikan setiap produk yang dikonsumsi aman, bermanfaat, dan bermutu. Beliau menegaskan bahwa kegiatan KIE BPOM merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua tim kerja pemberdayaan masyarakat di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik Ari Novianti, dalam paparannya menyampaikan pentingnya kesadaran dalam memilih kosmetik yang aman untuk kesehatan kulit. Ia mengingatkan bahwa kosmetik bukan semata-mata produk kecantikan khusus bagi perempuan, melainkan produk yang digunakan lintas usia dan gender, sehingga pemahaman yang tepat mengenai produk kosmetik perlu ditanamkan di masyarakat.
Sebagai upaya pencegahan, masyarakat diajak untuk menerapkan Cek KLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa) sebelum membeli produk obat dan makanan. BPOM juga membuka kanal pengaduan melalui layanan Halo BPOM di nomor 1500533 bagi masyarakat yang mengalami efek samping atau memiliki keluhan terhadap produk obat dan makanan.
Selain itu, Pengawas Farmasi dan Makanan, Wiwi Hartuti memperkenalkan BPOM Mobile sebagai wujud pengawasan berbasis teknologi yang memudahkan masyarakat untuk berperan aktif dalam memastikan legalitas produk obat dan makanan yang beredar di pasaran.
Peserta diajak untuk mencoba langsung fitur-fitur aplikasi melalui gawai masing-masing, seperti pemindaian barcode produk, pengecekan Nomor Izin Edar (NIE), layanan pengaduan, hingga informasi terbaru seputar obat dan makanan dari BPOM.
Sebagai penutup, BPOM bersama Komisi IX DPR RI kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih serta mengonsumsi produk Obat dan Makanan. Keamanan produk sangat berpengaruh terhadap upaya menekan angka stunting, karena tidak sedikit kasus gizi buruk dan stunting dipicu oleh konsumsi produk yang tidak aman maupun informasi yang keliru. Melalui kegiatan KIE ini, penguatan pengetahuan masyarakat menjadi upaya dalam pencegahan dini stunting. (FS)