MENGAPA WANGI PARFUM BERUBAH DARI WAKTU KE WAKTU? MENGENAL TOP NOTES, MIDDLE NOTES, DAN BASE NOTES

21-07-2026 Umum Dilihat 35 kali

Pernah nggak, baru semprot parfum 30 menit lalu, tetapi kemudian aromanya berubah? Apakah parfumnya rusak? Atau malah kedaluwarsa?

 

Jawabannya, bukan keduanya.

 

Mengapa Kita Bisa Mencium Aroma Parfum?

Parfum merupakan campuran dari minyak, senyawa aromatis, dan pelarut. Saat mencium aroma parfum, sebenarnya kita sedang menghirup molekul-molekul yang menguap ke udara. Molekul tersebut kemudian berinteraksi dengan reseptor penciuman di hidung dan diterjemahkan oleh otak sebagai aroma tertentu. Setiap molekul pewangi memiliki sifat fisik yang berbeda, termasuk volatilitas atau kemudahan suatu zat untuk menguap. Molekul yang lebih volatil akan lebih cepat berpindah ke udara sehingga lebih dahulu tercium oleh hidung. Sebaliknya, molekul dengan volatilitas lebih rendah cenderung bertahan lebih lama pada kulit.

 

Perbedaan volatilitas inilah yang menyebabkan aroma parfum dapat berubah seiring waktu. Aroma yang tercium sesaat setelah parfum disemprotkan belum tentu sama dengan aroma yang tercium beberapa jam kemudian.

 

Piramida Parfum

Jean Carles menggambarkan struktur parfum seperti piramida dengan bagian puncak adalah aroma yang lebih ringan dan mudah menguap daripada bagian dasar. Bagian atas piramida terdiri dari top notes yang menyusun 15–25% parfum. Pada bagian tengah terdapat middle notes dengan persentase 30–40% parfum. Sementara bagian bawah terdiri atas base notes yang menyusun 45-55% parfum. Secara umum, top notes akan tercium lebih dahulu diikuti dengan middle notes dan base notes.

 

Top notes biasanya berupa aroma yang segar dan ringan seperti lemon, jeruk, anggur, atau lavender. Top notes terdiri atas molekul-molekul yang lebih volatil sehingga mudah menguap dan memberikan kesan pertama parfum ketika diaplikasikan. Middle notes umumnya memiliki aroma rempah, leather, kenanga, mawar, lavender, atau melati yang menjadi karakter utama dari suatu parfum.

 

Sementara base notes merupakan aroma terakhir yang muncul dan bertahan paling lama di kulit. Aroma yang sering digunakan pada base notes adalah musk, amber, serta beberapa aroma kayu seperti cendana atau kayu cedar. Volatilitas base notes rendah sehingga menguap lebih lama dibanding top notes dan middle notes. Dengan demikian, base notes dapat bertahan lebih dari 4 jam. Beberapa base notes juga dapat berperan sebagai fixative, yang memengaruhi laju penguapan top notes dan middle notes sehingga dapat bertahan lebih lama.

 

Konsep piramida parfum sering menggambarkan top notes, middle notes, dan base notes seolah-olah muncul secara bergantian. Namun, penelitian lain menunjukkan bahwa kenyataannya tidak sesederhana itu. Berbagai molekul pewangi mulai menguap sejak parfum diaplikasikan, tetapi dengan kecepatan yang berbeda-beda. Akibatnya, aroma yang tercium sebenarnya merupakan campuran molekul yang terus berubah seiring waktu.

 

Dengan demikian, perubahan aroma parfum bukanlah tanda bahwa parfum rusak atau kedaluwarsa. Perubahan tersebut merupakan bagian dari cara kerja parfum yang tersusun atas berbagai molekul aroma dengan tingkat volatilitas yang berbeda-beda. Inilah yang membuat aroma parfum dapat berkembang dan memberikan pengalaman yang unik dari waktu ke waktu. (RAL)

 

Referensi:

Ahmed, M. D. N., Naziya, S., Supriya, K., Ahmed, S. A., Kalyani, G., Gnaneshwari, S., Rao, K. N. V., & Dutt, K. R. (n.d.). A Review on Perfumery. World Journal of Pharmaceutical Sciences, 7(4), 55–68.

Herz, R. S. (2011). Chapter 17 Perfume. In Neurobiology of Sensation and Reward. CRC Press/Taylor & Francis.

Nimbalkar, J. M., & Ahmed, S. (2024). Scents That Endure: Exploring the Longevity of Perfumes. International Journal of Novel Research and Development, 9(5), b90–b103.

Rodrigues, A. E., Nogueira, I., & Faria, R. P. V. (2021). Perfume and Flavor Engineering: A Chemical Engineering perspective. Molecules, 26(11), 3095. https://doi.org/10.3390/molecules26113095

Teixeira, M. A., Rodríguez, O., Mata, V. G., & Rodrigues, A. E. (2009). The diffusion of perfume mixtures and the odor performance. Chemical Engineering Science, 64(11), 2570–2589. https://doi.org/10.1016/j.ces.2009.01.064

Sarana