Mengenal Omega 3 dan Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

18-11-2025 Umum Dilihat 3409 kali

Omega-3 merupakan lemak makanan yang penting bagi tubuh. Omega-3 termasuk lemak tak jenuh yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga perlu mendapatkannya dari makanan atau suplemen yang dikonsumsi. Oleh karena itu, omega-3 disebut sebagai asam lemak esensial. Omega 3 banyak ditemukan pada ikan laut dan biji-bijian. Setiap orang membutuhkan omega 3 untuk mendukung berbagai fungsi tubuh sehingga pemenuhannya perlu diperhatikan melalui pola makan yang seimbang atau suplemen yang tepat jika pada kondisi tertentu.

 

Omega 3 terdiri dari 3 jenis, yaitu Asam eikosapentaenoat (EPA), Asam docosahexaenoic (DHA) dan Asam alfa-linolenat (ALA). Makanan laut merupakan salah satu sumber utama asam lemak omega 3 jenis EPA dan DHA. Selain itu, asam lemak omega 3 jenis ALA juga ditemukan dalam berbagai jenis minyak, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran, serta telur, susu, dan produk olahan susu. Ketika tubuh mendapatkan ALA dari makanan, maka tubuh dapat mengubah sebagian ALA menjadi EPA dan selanjutnya menjadi DHA. Namun proses ini hanya menghasilkan sedikit EPA dan DHA. Jadi, sumber makanan yang mengandung EPA dan DHA (seperti ikan) sangatlah penting.

 

Omega 3 berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan membantu menurunkan kadar trigliserida. Kelebihan trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko aterosklerosis sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kadar trigliserida tetap terkendali dengan mengonsumsi omega 3. Omega 3 juga membantu menjaga kesehatan mata, otak, dan saraf, serta sebagai anti inflamasi. Pada saat janin dalam kandungan, omega 3 jenis EPA sangat diperlukan dalam pembentukan sel-sel pembuluh darah dan jantung. Asam lemak omega 3 merupakan bagian dari struktur pendukung setiap sel dalam tubuh, sumber energi, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

Kekurangan omega 3 yang disebabkan karena asupan makanan yang kurang dapat menghambat perkembangan otak, berkurangnya kemampuan kognitif, peningkatan perilaku emosional, gangguan sistem saraf, daya tahan tubuh, dan penglihatan. Kekurangan omega 3 EPA juga dapat beresiko menderita penyakit kardiovaskular. Namun, mengonsumsi omega 3 yang berlebihan juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada mulut, gangguan pernapasan, gangguan pencernaan, mual, dan risiko perdarahan.

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019, Angka Kecukupan Gizi Omega 3 untuk bayi/anak usia 0-9 tahun adalah 0,5-0,9 gram per hari, pria dan wanita 1,1-1,6 gram per hari, dan wanita hamil 1,3-1,4 gram per hari. Sedangkan untuk mencapai 250 mg EPA dan DHA per hari dianjurkan untuk mengonsumsi 2-3 porsi ikan berlemak setiap minggu. Apabila kebutuhan omega 3 dalam tubuh tidak terpenuhi dari makanan, maka suplemen kesehatan dapat menjadi solusi. Suplemen kesehatan sebagian besar terbuat dari sumber alami dan tersedia dalam bentuk kapsul, tablet atau cairan.

 

Beberapa kelompok yang membutuhkan suplemen omega-3 antara lain anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita kolesterol tinggi dan penyakit jantung, penderita radang sendi, lansia, orang dengan risiko penyakit kronis, dan orang yang belum tercukupi dalam mendapatkan omega 3 dari makanan. Namun dalam mengonsumsi suplemen kesehatan omega 3, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan agar dosis yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan. Efek samping dari mengonsumsi suplemen omega 3 biasanya ringan, seperti rasa tidak enak di mulut, bau mulut, nyeri ulu hati, mual, ketidaknyamanan perut, diare, sakit kepala, dan keringat berbau.

 

Suplemen kesehatan omega 3 dapat bermanfaat bagi kesehatan, namun keamanan produk tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Dengan semakin banyaknya pilihan suplemen kesehatan, masyarakat perlu menjadi konsumen yang cerdas dan teliti sebelum membeli produk. Masyarakat diimbau untuk selalu CEK KLIK (cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa) agar dapat memastikan suplemen omega-3 yang dipilih aman dan bermutu sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat kesehatan secara optimal.

(DKDH)

 

Referensi :

Bhat, dkk. (2024). Omega 3 Fatty Acid as A Health Supplement: an Overview of its Manufacture and Regulatory Aspects. Nutrition and Food Science Journal 12 (1). https://dx.doi.org/10.12944/CRNFSJ.12.1.06

Diana, Fivi Melva. (2012). Omega 3. Jurnal Kesehatan Masyarakat 6(2). https://doi.org/10.24893/jkma.v6i2.98

Goeltom, Vasco, dkk. (2021). Upaya Peningkatan Konsumsi Asam Lemak Omega-3 (Studi Kasus pada Peserta Didik SMKN 7 Tangerang Selatan). Jurnal Indonesia Teknologi, 2(2). https://doi.org/10.59141/jist.v2i02.88

Kementerian Kesehatan. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi.

Widiyanto, Sugeng, Diyah Yulistika Handayani. (2024). Pengaruh Konsumsi Suplemen Omega 3 terhadap Kadar Kolesterol Total pada Pengunjung Dewasa Pertengahan di Posbindu Desa Cijati Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap. Journal of TSCS1Kep, 9 (2). https://doi.org/10.35720/tscs1kep.v9i02.570

Sarana