Coenzyme Q10 (CoQ10) adalah senyawa yang secara alami terdapat di dalam sel-sel tubuh. CoQ10 berperan dalam proses produksi energi didalam tubuh dan memiliki aktivitas antioksidan. dan dapat meningkatkan kesehatan dan melawan beberapa penyakit. Karena peran tersebut, CoQ10 banyak dipelajari dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi pria, termasuk kualitas sperma.
Peran utama CoQ10 adalah membantu mitokondria, yaitu bagian sel yang berperan menghasilkan energi. Selain itu, CoQ10 juga merupakan antioksidan kuat yang melindungi sel dari kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
Dalam konteks kesuburan pria, beberapa penelitian telah mengkaji hubungan antara CoQ10 dan parameter sperma. Studi yang dilakukan oleh Departemen Biologi Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya pada tahun 2019 menunjukan bahwa Infertilitas pada pria sering disebabkan oleh masalah kuantitas atau kualitas sperma. Antioksidan, salah satunya koenzim Q10, dilaporkan memiliki peranan memperbaiki kuantitas dan kualitas sperma. Penelitian lain oleh Salvio et al. (2021) juga mengkaji penggunaan CoQ10, baik tunggal (monoterapi) maupun dalam kombinasi dengan antioksidan lainnya, dan melaporkan adanya perubahan pada pada beberapa parameter semen, terutama mengenai motilitas sperma.
Meskipun demikian, hasil penelitian mengenai CoQ10 dan kesuburan pria perlu dipahami secara proporsional. Kondisi kesuburan pria dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia, pola makan, gaya hidup, kondisi kesehatan, paparan lingkungan, serta faktor reproduksi lainnya. Oleh karena itu, penggunaan CoQ10 tidak dapat dipandang sebagai satu-satunya faktor yang menentukan kesuburan atau kualitas sperma.
CoQ10 merupakan salah satu jenis antioksidan yang adapat ditemukan dalam makanan seperti daging sapi, minyak ikan, sarden, sayuran hijau seperti bayam dan brokoli dan kacang-kacangan. Kebutuhan dan penggunaan suplemen CoQ10 perlu memperhatikan kondisi setiap individu. Dosis penggunaan sebaiknya mengikuti informasi pada label produk dan ketentuan yang berlaku. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila ingin menggunakan CoQ10, terutama jika sedang mengonsumsi obat tertentu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Seperti penggunaan suplemen kesehatan lainnya, mengkonsumsi CoQ10 juga dapat menimbulkan beberapa efek yang tidak diinginkan pada sebagian orang. Beberapa efek yang terjadi antara lain gangguan pencernaan, mual, diare, penurunan nafsu makan, serta reaksi pada kulit. Apabila muncul keluhan setelah mengonsumsi suplemen, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan..
Untuk mendukung kesehatan reproduksi secara umum, pola hidup sehat tetap menjadi bagian penting. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, istirahat yang memadai, serta menghindari kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan reproduksi pria.(SA)
Referensi:
Departemen Biologi Kedokteran Universitas Airlangga vol. 46 no. 12, 2019: Peranan Antioksidan Koenzim Q10 dalam Tatalaksana Infertilitas Pria, Surabaya, Indonesia, Continuing Professional Development
Gran, Eugenia. 2021. Male Fertility. British Dietetic Association (BDA)Maternal and Fertility Nutrition.
Ferramosca, A.; Zara, V.Diet and Male Fertility: The Impact of Nutrients and Antioxidants on Sperm Energetic Metabolism. Int. J. Mol. Sci.2022, 23, 2542. https://doi.org/10.3390/ijms23052542
Salvio G, Cutini M, Ciarloni A, Giovannini L, Perrone M, Balercia, G. Coenzyme Q10 and male infertility: A systematic review. Antioxidants 2021;10:874. https://doi.org/10.3390/antiox10060874
Skoracka, Kinga; Piotr Eder, et all. 2020. Diet an Nutritional Factors in Male (in)fertility – underestimated factors. J. Clin. Med. 2020, 9, 1400; doi:10.3390/jcm9051400