Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan mengangkat tema “Sustainable Trade for Global Economic Resilience” mulai tanggal 18 - 22 Oktober 2023, diselenggarakan di Indonesia Convention Hall Exhibition (ICE) BSD City Tangerang Selatan, dan di buka oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.
Kegiatan ini menampilkan produk-produk unggulan dalam 7 zona produk, yaitu Food & Beverages; Home Living, Digital & Services; Beauty & Personal Care; Chemical, Energy & Industrial Product; Medical Equipment & Healthcare; Fashion; dan Textile & Accessories yang diikuti lebih dari 6000 Buyers dari 150 Negara
BPOM melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan tema “UMKM Tangguh dan Berdaya Saing di Pasar Global”. Hadir dalam kagiatan pembukaan ini perwakilan dari BPOM yaitu Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Nurvika Widyaningrum, S.Si., Apt., M.Epid, Plt Direktur Pengawasan Peredaran Pangan Olahan, Dr. Didik Joko Pursito, serta perwakilan dari Biro Hukum dan Organisasi.
BPOM sebagai institusi yang mengedepankan percepatan pengembangan dunia usaha obat dan makanan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui dibukanya layanan desk konsultasi obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan, demo penggunaan garam kosmetik untuk spa, promosi budaya minum jamu (gratis), serta pameran produk kosmetik dan obat tradisional oleh pelaku usaha UMKM binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan games menarik yang dapat diikuti oleh para peserta pameran.
Turut serta perwakilan Unit Kerja dari Direktorat Registrasi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor, Direktorat Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Direktorat Registrasi Pangan Olahan, Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan serta Biro Hukum dan Organisasi.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku usaha UMKM dapat menghadirkan calon buyer serta memperluas aksesnya ke pasar ekspor, hingga memperkuat jaringan bisnis internasional.