Sinergi BPOM dan Perguruan Tinggi Di Bengkulu: Melatih Stakeholder Kampus Menjadi Penyuluh dan Kader OBA, SK, dan Kosmetik Aman

26-09-2024 Umum Dilihat 1865 kali

Bengkulu – Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri hadir pada kegiatan Bimbingan Teknis Pembentukan Penyuluh dan Kader Obat Bahan Alam (OBA), Suplemen Kesehatan (SK), dan Kosmetik Aman yang diselenggarakan pada Senin (23/9/2024). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pj Walikota Bengkulu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Pimpinan, Dosen, dan Mahasiswa Perguruan Tinggi di Bengkulu, serta lintas sektor terkait.

 

BPOM hadir di Bengkulu, dalam rangka Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat (Program BPOM Goes to Community) yang melibatkan 6 (enam) Perguruan Tinggi di Bengkulu, untuk diberikan bimbingan teknis agar menjadi Penyuluh dan Kader Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Aman dan mampu menjadi role model atau spoke-person BPOM dalam pemberian komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada masyarakat.” Ujar Mohamad Kashuri dalam sambutannya.

 

Acara secara resmi dibuka oleh Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu Arif Gunadi. Dalam sambutan dan arahannya, Pj Walikota Bengkulu menyampaikan “Kami berterima kasih kepada BPOM atas pelaksanaan bimtek ini, karena kami belum banyak terpapar informasi cara memilih dan menggunakan produk yang aman.” Lebih lanjut Arif Gunadi menyampaikan harapannya agar tidak ada masyarakat kota Bengkulu khususnya yang tidak tahu tentang keamanan obat, utamanya obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik.

 

Pada kesempatan ini, 6 (enam) Perguruan Tinggi di Bengkulu diantaranya Universitas Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-Fatah Bengkulu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Bakti, serta Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu menandatangani surat komitmen dan dukungan terhadap program BPOM Goes to Community yang turut disaksikan oleh Pj Walikota Bengkulu, Deputi 2 BPOM, Direktur PMPU OTSKK, Kepala Balai POM di Bengkulu, serta perwakilan lintas sektor terkait.

 

Agenda utama dalam bimbingan teknis ini adalah paparan materi oleh narasumber. Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis mencakup profil BPOM untuk memberikan gambaran seputar bisnis proses pengawasan yang dilaksanakan oleh BPOM, serta materi cerdas memilih dan menggunakan Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik guna menjadikan penyuluh dan kader sebagai konsumen cerdas. Selain itu, narasumber juga diberikan pengetahuan seputar aplikasi BPOM Mobile sebagai media pengecekan hingga pelaporan produk obat dan makanan, serta aplikasi Sikerjaduper sebagai media pelaporan KIE yang telah dilakukan oleh penyuluh dan kader.

 

Para peserta juga berdiskusi seputar peran dan tugas BPOM dalam melakukan pengawasan. Selain itu tanya jawab seputar Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik aman juga bergulir selama kegiatan berlangsung, termasuk diskusi seputar kewajiban penyuluh dan kader. Selanjutnya penanggung jawab kegiatan ini, Yustina Muliani menegaskan pentingnya komunikasi antara kader (mahasiswa), penyuluh (dosen), dan mentor (tim pemberdayaan masyarakat BPOM) dalam menyelesaikan tanggung jawab. “Mentor akan mengkoordinasikan dengan penyuluh dan kader agar KIE ini tidak berhenti di kegiatan ini saja, namun bisa dilanjutkan dengan mendiseminasikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar yang kemudian akan dilaporkan hasilnya melalui aplikasi pelaporan.” pungkasnya.

 

Di akhir acara, 47 (empat puluh tujuh) orang peserta dikukuhkan sebagai Penyuluh dan Kader OBA, SK, dan Kosmetik Aman. Dengan bersinerginya program BPOM Goes to Community dengan Perguruan Tinggi di Bengkulu, diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan efektifitas pelaksanaan program pemberdayaan berbasis partisipasi masyarakat serta berperan aktif dalam pelaksanaan KIE agar masyarakat terhindar dari produk Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik yang berbahaya bagi kesehatan.

 

Direktorat PMPU OTSKK

23 September 2024

Sarana