Kabupaten Karawang – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Dit. PMPU OTSKK) kembali menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Futsal CS, Dusun Tegalamba, Desa Kedung Jaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Selasa (25/11/2025). Kegiatan ini berkolaborasi dengan Komisi IX DPR RI guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih obat dan makanan yang aman dan bermutu. Kegiatan ini telah dihadiri oleh sekitar 500 masyarakat.
Direktur PMPU OTSKK, Nurvika Widyaningrum, dalam paparannya menyampaikan materi terkait keamanan penggunaan Obat dan Makanan (obat, obat bahan alam, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan). Ia menekankan pentingnya melakukan Cek KLIK (cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek kedaluwarsa) sebelum membeli produk obat dan makanan. Selain itu, pentingnya peran aktif masyarakat dalam membantu BPOM melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan yang aman dengan melaporkan kepada BPOM apabila menemukan produk yang tidak memiliki izin edar melalui layanan Halo BPOM di nomor 1500533.
Selanjutnya, ketua tim kerja pemberdayaan masyarakat di bidang obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik, Ari Novianti, dalam paparannya menyampaikan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile sebagai media untuk mengecek legalitas produk obat dan makanan. Ia menjelaskan salah satu cara penggunaan fitur utama pada aplikasi BPOM Mobile, yaitu pemindaian dengan 2D barcode pada kemasan atau penyisipan Nomor Izin Edar (NIE) produk. Peserta juga diajak mencoba langsung penggunaan fitur aplikasi tersebut dengan harapan masyarakat lebih cepat memahami pengaplikasian BPOM Mobile sehingga dapat membantu masyarakat untuk memastikan produk obat dan makanan yang dibeli terjamin keamanan dan legalitasnya.
Mendukung informasi yang telah disampaikan, anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menegaskan kembali bahwa masyarakat harus berperan aktif dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat dengan membiasakan diri untuk memilih dan memastikan produk yang dikonsumsi aman, berkhasiat, dan bermutu melalui Cek KLIK dan pemanfaatan aplikasi BPOM Mobile. Beliau juga menegaskan bahwa dengan menggunakan produk obat dan makanan yang aman dan bermutu dapat menjadi upaya preventif stunting secara dini. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan KIE BPOM ini dapat menjadi sarana menguatkan pengetahuan masyarakat sehingga terwujudnya Indonesia Zero Stunting menuju Indonesia Emas 2045. (AW)