Tabalong Bersolek: Dari Dapur Kecil ke Pasar Global

06-10-2025 Umum Dilihat 172 kali


Penulis: Yulia Asia Evrina, Ratna Ayu Lestari
Editor: Fathan Nur Hamidi

Artikel ini merujuk pada tulisan “Tabalong Bersolek: Dari Dapur Kecil ke Pasar Global” yang sebelumnya terbit di Majalah POM Vol. 7 No. 2 Tahun 2025


Aroma Rempah dari Tabalong yang Menembus Pasar Nasional

Aroma kunyit yang hangat, kencur yang segar, dan kemiri yang baru dipanggang menyatu di ruang produksi kecil itu. Dari dapur sederhana di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, lahirlah satu skincare usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berangkat dari tradisi, lalu menjejak panggung kosmetik nasional dengan keunggulan kualitas dan legalitas.

Ini bukan hanya kisah suatu produk UMKM. Lebih dari itu, cerita ini tentang ekosistem pembinaan yang bekerja melalui pendampingan langsung yang komprehensif, panggung pameran yang membuka akses pasar, dan kolaborasi di Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) 2025 yang menguatkan jejaring pengetahuan serta inovasi.

Dalam ICI 2025, Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan pesan penting bahwa sejatinya Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa, mulai dari flora, fauna, hingga mineral vulkanik. Potensi ini yang kemudian harus bisa dimanfaatkan untuk melahirkan produk kosmetik nasional yang berkualitas tinggi.

“Sumber daya alam yang begitu kaya ini jangan hanya berhenti sebagai komoditas mentah yang diekspor, lalu kita beli lagi dalam bentuk produk jadi.”
Kepala BPOM Taruna Ikrar

Karena itu, BPOM mendorong inovasi dan memberikan kemudahan proses perizinan, sambil memastikan keamanan produk di pasaran. Kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah (academic-business-government/ABG) pun terus digerakkan untuk mempercepat hilirisasi bahan alam dalam negeri menjadi produk siap pakai.


Skincare Berbahan Rempah Lokal

Di tengah riuh pameran ICI 2025 yang menampilkan potensi bahan baku alam negeri, sebuah kisah inspiratif tumbuh dari dapur sederhana di Kabupaten Tabalong. Tak sekadar kosmetik, tapi gambaran perjuangan produk lokal berbahan baku alam dari salah satu UMKM asal Kabupaten Tabalong.

UMKM ini berlokasi di Jl. Kupang Komplek Belimbing Raya Permai, Jalur 2 No. 5, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. UMKM ini sukses menyulap dapur rempah menjadi produk kecantikan berizin edar resmi.

Sejak September 2024, skincare ini mendapat pendampingan dari fasilitator unit pelaksana teknis (UPT) Loka POM di Tabalong (dahulu), kini menjadi Balai POM di Tabalong. Kala itu, usaha ini baru melangkah dari tahap awal pengajuan denah bangunan produksi. Namun berkat bimbingan intensif dari fasilitator BPOM serta komitmen yang kuat dari UMKM, hanya dalam waktu empat bulan, UMKM ini berhasil mengantongi dua nomor notifikasi kosmetik, yakni produk bedak dingin dan deo spray yang nomor notifikasinya terbit pada Januari 2025.

Kedua produk ini bukan sembarang kosmetik. Bahan bakunya merupakan bahan alam rempah lokal Kalimantan Selatan seperti kunyit, kencur, temulawak, daun sirih, dan kemiri. Kini, berkat riset dan inovasi, rempah-rempah tersebut menjelma menjadi bedak dingin alami dan deo spray lokal yang mulai mendapat tempat di hati konsumen.

Tidak hanya kosmetik dari Tabalong, sejak tahun 2024 hingga triwulan II tahun 2025 terdapat 30 produk kosmetik dari 12 UMKM yang telah berhasil mendapatkan NIE. Produk yang dimiliki UMKM tersebut berupa lulur, minyak kemiri, dan bedda lotong khas Bugis. UMKM tersebut memanfaatkan bahan alam berupa kemiri, kelor, bidara, kunyit, sereh, dan sirih. BPOM senantiasa berkomitmen untuk mendukung UMKM dan melestarikan bahan alam lokal.


Pendampingan yang Mengubah Nasib

Pendampingan intensif yang diterima UMKM ini dari Balai POM di Tabalong terbukti membawa perubahan besar. Validasi fasilitas produksi, pembenahan dokumen legalitas, hingga asistensi menyusun notifikasi kosmetik dijalani tanpa henti. Hasilnya, sumber daya dan kapasitas produksi yang dimiliki terus mengalami peningkatan.


Hasil Positif Pendampingan

  • Tenaga kerja bertambah dua kali lipat: dari 9 orang menjadi 17 orang

  • Produksi meningkat 60%: dari ±2.500 pcs menjadi ±4.000 pcs per bulan

  • Omzet naik 32,25%: dari Rp1,7 miliar menjadi Rp2,26 miliar

Dengan strategi pemasaran digital, produk mereka sudah menembus berbagai daerah di Kalimantan dan Jawa. Mereka menunjukkan bahwa kosmetik berbahan alam lokal mampu bersaing dengan merek besar di pasar nasional.


Kisah skincare ini adalah potret nyata bahwa keberpihakan negara melalui BPOM dapat membawa UMKM naik kelas. Dari Tabalong, semangat itu menyebar. Jika rempah di tangan UMKM bisa menjadi kosmetik berkualitas, maka Indonesia tak lagi sekadar penonton tetapi menjadi raja di negeri sendiri. Dengan pendampingan yang tepat, kekayaan alam kita bisa menjadi kekuatan ekonomi yang siap melangkah ke pasar global.

UMKM kosmetik berbahan baku alam memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut karena Indonesia kaya akan sumber daya hayati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam produk perawatan tubuh dan kecantikan. Pengembangan UMKM di sektor ini tidak hanya mendorong kemandirian industri dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian kekayaan alam lokal serta peningkatan nilai tambah bahan baku yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui dukungan riset, pelatihan formulasi, standardisasi mutu, pendampingan intensif, serta akses pasar yang lebih luas, UMKM kosmetik berbahan alam dapat bersaing secara berkelanjutan di pasar nasional maupun internasional, sekaligus menjawab tren global yang kini semakin mengutamakan produk natural, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal.

Sarana