Setiap orang tua tentu ingin anak tumbuh sehat, aktif, dan cerdas. Saat anak sulit makan, berat badan sulit naik, atau sering sakit, banyak orang tua memilih vitamin dan produk suplemen kesehatan lain sebagai solusi cepat. Berbagai produk dengan klaim meningkatkan daya tahan tubuh, nafsu makan, hingga kecerdasan anak kini semakin mudah ditemukan di apotek dan marketplace.
Penggunaan suplemen kesehatan pada anak juga terus meningkat setelah pandemi, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dan gizi anak. Di Indonesia, perhatian terhadap masalah stunting, anemia, dan kekurangan zat gizi mikro turut mendorong tingginya penggunaan produk suplemen kesehatan.
Namun, di balik itu muncul pertanyaan penting: apakah semua anak benar-benar membutuhkan suplemen? Apakah semakin banyak vitamin berarti semakin sehat? Atau justru ada risiko yang perlu diwaspadai?
Memahami Apa Itu Suplemen Kesehatan
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan, suplemen kesehatan merupakan produk yang digunakan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan, dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan tubuh. Suplemen dapat mengandung vitamin, mineral, minyak ikan, probiotik, maupun bahan alami tertentu. Meski demikian, kebutuhan gizi anak pada dasarnya sebaiknya dipenuhi dari makanan sehari-hari yang beragam dan bergizi seimbang.
Pada kondisi tertentu, suplemen kesehatan dapat diperlukan, misalnya pada anak dengan anemia, gizi kurang, atau penyakit tertentu berdasarkan rekomendasi tenaga kesehatan. Namun, penggunaan berlebihan juga berisiko. Vitamin A yang menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan hati dan pertumbuhan, sedangkan kelebihan vitamin D dapat memicu gangguan ginjal dan peningkatan kadar kalsium dalam darah. Penggunaan beberapa suplemen sekaligus tanpa memperhatikan kandungannya juga dapat menyebabkan kelebihan dosis vitamin atau mineral tertentu
Suplemen Kesehatan Tidak Bisa Menggantikan Pola Hidup Sehat
Masih banyak masyarakat yang menganggap vitamin atau suplemen kesehatan sebagai solusi utama untuk mengatasi masalah pertumbuhan anak. Padahal, tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti asupan gizi seimbang, pola asuh yang baik, kondisi kesehatan, kualitas tidur, aktivitas fisik, serta lingkungan yang bersih dan sehat. Suplemen kesehatan hanya berfungsi sebagai pelengkap apabila kebutuhan nutrisi anak belum tercukupi dari makanan sehari-hari, bukan sebagai pengganti pola hidup sehat.
Orang tua tetap perlu memperhatikan pemberian makanan bergizi, memastikan anak rutin berolahraga, mendapatkan imunisasi, menjaga kebersihan, serta memberikan stimulasi dan kasih sayang yang cukup agar pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung optimal. Penggunaan suplemen kesehatan juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan dianjurkan berdasarkan saran tenaga kesehatan agar tidak digunakan secara berlebihan.
Pengawasan Suplemen Kesehatan di Indonesia
Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengawasan suplemen kesehatan untuk menjamin keamanan, mutu, dan manfaat produk yang beredar di masyarakat. Pengawasan dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui evaluasi produk, pengawasan peredaran, serta pengawasan label dan iklan, termasuk terhadap penjualan produk secara daring. Selain itu, masyarakat juga terus diedukasi agar menggunakan suplemen kesehatan secara aman dan rasional.
Selain pengawasan, Badan Pengawas Obat dan Makanan juga aktif mengedukasi masyarakat agar menggunakan suplemen kesehatan secara aman dan rasional. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada klaim berlebihan dan tetap mengutamakan pola makan bergizi seimbang.
Tips Memilih dan Menggunakan Suplemen Anak dengan Aman
- Prioritaskan gizi seimbang
- Tingkatkan literasi kesehatan
- Pilih produk terpercaya dan selalu lakukan CEKKLIK.
- Cek Kemasan: pastikan kemasan tidak rusak dan tersegel baik;
- Cek Label: baca informasi produk dengan teliti;
- Cek Izin Edar: pastikan terdapat nomor izin edar BPOM;
- Cek Kedaluwarsa: pastikan produk belum melewati masa kedaluwarsa.
- Gunakan sesuai aturan pakai
- Konsultasikan dengan tenaga kesehatan terutama pada anak dengan kondisi kesehatan tertentu atau kebutuhan khusus.
Gunakan dengan Tepat dan Bertanggung Jawab
Penggunaan suplemen kesehatan pada anak harus dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Suplemen kesehatan bukan pengganti makanan bergizi seimbang maupun solusi instan untuk masalah pertumbuhan anak. Orang tua diimbau memilih produk yang memiliki izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan, tidak mudah percaya pada klaim berlebihan, serta tetap mengutamakan pola hidup sehat dan gizi seimbang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (H)
Sumber:
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Suplemen Kesehatan dan Pengawasan BPOM. Diakses pada 11 Mei 2026. https://www.pom.go.id
2. Direktorat Intelijen Obat dan Makanan BPOM RI. Bahaya Mengintai di Balik Suplemen Kesehatan Palsu. Diakses pada 11 Mei 2026. https://intelijen.pom.go.id
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 11 Mei 2026. https://www.kemkes.go.id
4. UNICEF. Improving Child Nutrition: The Achievable Imperative for Global Progress. New York: UNICEF; 2013. https://www.unicef.org/reports/improving-child-nutrition-2013