Webinar Cantik : Storytelling and Branding: Membuat Produk Kosmetikmu Punya Nilai Lebih

24-09-2025 Umum Dilihat 123 kali

Jakarta (23/09/2025). Branding yang merupakan proses menciptakan identitas, citra, dan persepsi yang kuat dan konsisten terhadap sebuah produk, layanan, atau bisnis di benak konsumen. Bagi UMKM kosmetik yang sedang merintis usahanya, branding yang tepat akan menguatkan posisi produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Selain branding, seringkali promosi produk atau identitas perusahaan dilakukan melalui storytelling atau cerita. Cerita ini dapat berupa kisah di balik penciptaan produk, proses produksinya, hingga bagaimana produk tersebut meningkatkan kehidupan pelanggan. Namun demikian, storytelling dan branding seringkali menjadi kendala yang ditemukan pada startup/UMKM kosmetik disebabkan keterbatasan pengetahuan pemilik sarana dalam mengenali identitas dan karakter unik dari bisnis, yang dibutuhkan dalam merangkai cerita menarik bagi konsumen.

Untuk permasalahan yang dihadapi tersebut diatas, Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Direktorat PMPU OT, SK dan Kos menyelenggarakan kegiatan Webinar Cantik (Bincang Kosmetik) dengan tema “Storytelling dan Branding: Membuat Produk Kosmetikmu Punya Nilai Lebih” pada tanggal 23 September 2025 yang dilaksanakan secara hybride diikuti oleh 470 peserta secara online (zoom meeting dan live youtube) dan 50 peserta yang hadir secara offline yang terdiri dari para pelaku usaha UMKM.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri, yang dalam sambutannya, menyampaikan bahwa peningkatan pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia mencapai 11%, yakni dari 1.178 perusahaan per April 2024 menjadi 1.326 perusahaan pada Mei 2025. Dibalik pertumbuhan industri kosmetik yang signifikan, kita juga tidak dapat menutup mata bahwa persaingan bisnis kosmetik semakin ketat. Nilai perekonomian yang ditopang oleh industri kosmetik juga semakin meningkat. Mohamad kashuri juga menyampaikan bahwa isu-isu kosmetik sedang trending di media sosial dan setiap hari ada saja pelanggaran yang dilakukan baik dari segi mutu, keamanan, izin edar maupun iklan. Diharapkan industri kosmetik dalam beriklan dapat mempromosikan dengan baik tanpa melanggar regulasi yang telah ditetapkan. Mohamad Kashuri juga menghimbau agar bersama memajukan industri kosmetik di Indonesia baik dari segi mutu, promosi dan iklan serta mewujudkan perekenomian yang optimal. Kegiatan webinar cantik hari ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pelaku UMKM dalam membranding produknya sehingga bisa meningkatkan nilai ekonomi usaha.

Rangkaian Materi Webinar

Narasumber yang pertama yaitu Plh. Direktur Pemberdayaaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Widha Dianasari yang menekankan bahwa beriklan yang baik sesuai dengan regulasi tidak akan menghambat kreativitas promosi suatu produk kosmetik serta mengharapkan peran serta masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap iklan kosmetik yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan ketentuan.

Materi kedua disampaikan oleh Regulatory Affairs (Global Product Stewardship) Director – PT. Procter & Gamble Home Products Indonesia, Ervani Setya Susanti, yang menekankan bahwa kualitas produk yang baik akan membangun citra brand sebagai kunci membangun kepercayaan konsumen. Ervani juga memaparkan bahwa tiga pilar utama membangun kualitas produk yang baik yaitu: formulasi dan bahan baku berkualitas, proses produksi sesuai standar dan evaluasi produk yang berkelanjutan.

Materi ketiga disampaikan oleh Fit Indri Intan Utami, yang merupakan owner UMKM kosmetik PT. Zahara Natural International, dimana sejak tahun 2018 merintis dengan branding sebagai produk natural. Dalam membranding produknya Zahara Natural ingin mengubah mindset bahwa produk natural yang dulu dianggap kuno kini menjadi gaya hidup yang modern. Saat ini pertumbuhan pasar kosmetik natural Indonesia sangat signifikan karena kosmetik natural menimbulkan beberapa kesan tertentu pada benak konsumen diantaranya alami, elegan, lebih berkelas, healthy lifestyle. Fit Indri juga menyampaikan jargonnya, ”fisik boleh UMKM tapi visi harus corporate” serta memaparkan langkah sederhana untuk membranding produknya yaitu: menentukan target pasar serta buyer persona (representasi dari target pelanggan yang didapatkan dari hasil riset yang mendalam), positioning produk, unique value proposition, DNA Brand dan Brand Identity.

Harapan dan Dampak Kegiatan

Dengan terselenggaranya Webinar Cantik (Bincang Kosmetik) ini, BPOM berharap Pelaku usaha UMKM yang mau membranding produknya untuk meningkatkan value selalu mematuhi regulasi dan memperhatikan rambu-rambu untuk mempromosikan produknya tersebut, agar tidak menyesatkan masyarakat luas.

Sarana