WEBINAR PERAN JAMU DALAM SISTEM KESEHATAN MODERN

29-05-2025 Umum Dilihat 187 kali

Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik menyelenggarakan Webinar Peran Jamu dalam Sistem Kesehatan Modern Selasa (27/5). Kegiatan ini diikuti oleh 1530 peserta yang hadir secara luring dan daring. Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Jamu yang diselenggarakan oleh BPOM untuk memperingati Hari Jamu Nasional.

Webinar menghadirkan tiga narasumber yaitu Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Mohamad Kashuri, yang membawakan materi “Dukungan BPOM terhadap Perkembangan Jamu di Indonesia”, lalu dilanjutkan Ketua GP Jamu, Joni Yuwono yang membawakan materi “Sejarah dan Perkembangan Jamu”, serta Kepala Unit Pelaksana Fungsional (UPF) Pelayanan Kesehatan Tradisional Tawangmangu RSUP Dr. Sardjito, Dokter Ulfatun Nisa dengan membawakan materi “Cara Tepat dan Cermat Mengonsumsi Jamu”.

Salah satu poin yang disampaikan oleh Dokter Ulfatun Nisa, bahwa perpanduan konsumsi obat kimia, obat herbal, dan suplemen kesehatan memiliki peningkatan kesehatan lebih besar daripada konsumsi obat kimia saja. Tentunya hal ini dengan catatan bahwa obat kimia dan obat herbal tidak dikonsumsi dalam satu waktu yang sama, dengan kata lain harus dijeda selama kurang lebih 2 jam.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat akan manfaat jamu dan peran jamu dalam kesehatan modern, serta mengajak masyarakat agar menjadi konsumen cerdas dan berdaya dalam memilih dan menggunakan Jamu yang aman. Lebih jauh lagi, menurut Kashuri, mengkonsumsi jamu tidak hanya menjadi bentuk menjaga warisan budaya. “Mengangkat jamu bukan sekedar bicara kesehatan, tapi bicara jati diri, ekonomi rakyat, dan masa depan Indonesia.” pungkasnya.

Sarana